Selasa, 30 November 2010

Kritik dalam arti Marxian


Menurut Teori kritis, jika Hegel membuat konsep kritik sebagai konteks idealismenya berbeda dengan Karl Marx yang membuat suatu teori filsafat sosial mengenai terbentuknya dan perkembangan masyarakat, yang disebut Materialisme Historisdan terkenal sebagai Marxisme. Ini sebetulnya buah karya dua orang, yaitu Karl Marx dan Engels dalam Manifesto Komunis. Dan mereka berdua sebenarnya juga mengambil referensi dari ahli ekonomi Inggris dan Perancis sebelumnya (abad 19).
Dalam pandangan marx, Apa yang terjadi dalam masyarakat dan sejarah adalah orang yang bekerja dan berkerjanya itu menggunakan alat kerja untuk mengelola alam. Misalnya alat kerja, pekerja, dan pengalaman kerja itu merupakan suatu kekuasaan produksi masyarakat. Sedangkan hubungan antar pekerja dalam proses produksi ini merupakan hubungan produksi. Jika kekuatan produksi berkembang maka hubungan hubungan produksi juga berubah. misalnya, system gotong royong diantara para nelayan tradisional dalam mencari ikan di laut akan berubah jika tehnologi yang di gunakan untuk mencari ikan itu baru yang diterapkan dalam masyarakat nelayan tersebut. Menurut marx sejarah merupakan perkembangan tenaga produksi dan hubungan produksi dan proses produksi dalam masyarakat.
Dalam prakteknya, kaum borjuis atau pemilik modal sangat di untungkan atau bisa memupuk keuntungan yang besar dari produksinya dan mudah untuk memenangkan persingan pasar karena disini para pemilik modal selalu memeras keringan kaum proletar atau kaum buruh untuk melakukan pekerjaan demi menyambung hidup mereka. Hubungan produksi ini terliahat jelas bahwa kaum kapitalis memanfaatkan kaum buruh untuk melakukan kegiatannya menghasilkan barang. Bahkan sampai tidak manusiawi kaum kapitalis itu mengasingkan kaum buruh. Hubungan hak milik dan penguasa ini bersifat tertutup maksudnya tertutup dari pengaruh dan pembaharuan dan bersifat kolot sehingga mereka kaum pemilik modal mempertahankanya karena mereka sangat di untungkan dengan hal ini.
Pertentangan diatas mencerminkan bahwa pertentangan ini dikarenakan adanya kepentingan kaum kapitalis terhadap kaum buruh atau kaum proletariat. Dimana kaum kapitalis ingin mensejahterakan dirinya dengan cara melestarikan kekuasaannya dengan memanfaatkan kaum buruh untuk bias membantu kaum atau kelas kapitalis sehingga kaum kapitalis mendapatkan kekuasaanya. Disamping itu kaum buruh juga ingin untuk melepaskan diri dari kelas kapitalis yang telah menindas mereka dengan cara menghapus hak milik pribadi atas alat produksi. Pemberontakan kaum proletar atau kaum buruh untuk membebaskan diri dari perbudakan kaum kapitalis tidak dapat di cegah lagi, setelah pembebasan dari perbudakan tersebut maka terjadilah revolusi. Disini terjadi pula perubahan yang besar terhadap ekonomi masyarakat dan bersamaan dengan itu pula perubahan dalam bentuk kesadaran juga berubah.
Disini Marxisme menegaskan bahwa masyarakat atau manusia merupakan bagian tak terpisah dari alam materiil. Hukum-hukum alam materiil yang umumpun berlaku kuat untuk masyarakat. Perkembangan materiil dan perkembangan ekonomi menyetir perkembangan masyarakat. “Hukum sebab akibat” kebendaan, sebagaimana diteorikan dalam “Materialisme Dialektik” diaplikasikan atau diterapkan dalam masyarakat manusia yang disebut dengan Materialisme Historis.
Disini kritik dalam arti Marxian berarti teori dengan tujuan untuk membebaskan diri daari perbudakan dalam kata lain yaitu gerakan untuk memperoleh pengakuan untuk kesamaan kedudukan atau kelas, serta mendapatkan hak dan kewajiban serta derajat hukumnya dan kedudukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar